Cinta, Persahabatan, & Komitmen

Image

“Kemudian,masa lalu terkadang ibarat bumerang. Ia melesat pergi, lalu kembali…”

Petikan dari novel Coupl(ov)e ini benar-benar ‘nge-jleb’ dan ngena banget!! Setiap orang pasti pernah punya masa lalu yang kalau kata Mbak Uthe alias Ruth Sahanaya itu, “terlalu indah dilupakan… terlalu sedih dikenangkan..”
Apalagi kalau itu kisah cinta, especially first love alias cinta pertama. Kebayang gak gimana rasanya melihat orang yang kita cintai menikah dengan orang lain? Hancur, hancur hatiku… (kata Olga). Yup, itulah mungkin yang dirasakan oleh Raka ketika Rina, gadis pujaan hatinya, dijodohkan dan menikah dengan lelaki lain.

Begitu pula dengan Halya yang tak bisa melupakan Gilang, a coffee lover yang penuh kejutan. “Dan jangan lupa kopi dan cinta adalah candu”
Dia dengan seenaknya masuk ke dalam hati Al dan pergi sesuka hati, tanpa alasan yang jelas… Cinta terkadang membingungkan. Terkadang membuatmu terbang sampai langit ke tujuh, atau mungkin menghempaskanmu dan membuat luka yang tak nampak.

Kata-kata yang diucapkan mungkin adalah doa dan didengar oleh malaikat. “Kalau sampai umur kita tiga puluh tahun dan masih sama-sama single, aku ngelamar kamu aja.” Itu yang diucapkan Raka pada Al saat SMA. Nasib memang tidak bisa ditebak. Dalam keadaan terpuruk karena cinta, takdir mempertemukan Al dan Raka kembali. Mereka pun akhirnya sepakat untuk menikah. Terkadang orang menikah bukan karena cinta. Mereka adalah pasangan, yang hanya punya impian masa depan yang sama dan memutuskan untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia… Bahagiakah mereka?

Siapa bilang menikah dengan sahabat sendiri itu menyenangkan? Benarkah cerita klasik sahabat yang menikah akan selalu berakhir bahagia? Dengan sifat yang bertolak belakang, Al dan Raka malah selalu berkonflik setelah menikah.

”We married with our brain. Our commitment, Al!”

“We don’t love with our brain, Raka!”

Ternyata pernikahan tidak semudah hubungan persahabatan. Semuanya berubah saat mereka menjalani kehidupan rumah tangga. Dalam kegalauan hubungan mereka, ternyata bumerang masa lalu kembali menghantui. Para mantan dari Al dan Raka hadir kembali menawarkan harapan untuk kembali. Sebuah dilema dan ujian besar bagi rumah tangga mereka. Apakah mereka akan bertahan dalam komitmen pernikahan mereka atau kembali pada masa lalu.

Novel ini mengungkapkan metamorfosa kisah mereka dari masa remaja sampai menuju pendewasaan. Cinta bisa membuat orang lebih dewasa dengan pengalaman hidupnya. Dengan gaya bercerita yang santai, Rhein berhasil memikat pembaca. Quotes atau petikan kalimat dalam novel ini walau dalam bahasa Inggris tidak mengurangi esensinya, malah semakin menambah keindahan cerita.

Tak hanya tokoh sentral, Al dan Raka, banyak tokoh yang berperan penting membuat alur cerita semakin menggigit. Gilang dan Rina yang menjadi ‘orang ketiga’ dari Al dan Raka. Serta tak ketinggalan para sahabat Al dan Raka, Puput dan Gamma, yang menguatkan tokoh sentral. Dengan alur yang maju-mundur, kilatan flash black membuat penasaran dan membuat pembaca tidak bisa melepaskan novel ini dari genggaman sampai selesai membacanya.

Di balik keindahan novel ini tentu ada juga kekurangannya. Ada beberapa cerita yang terlalu cepat berpindah setting sehingga ketika pembaca belum meresapi satu adegan  harus ’dipaksa’ berpindah setting. Selain itu perpindahan alur cerita ada beberapa yang kurang smooth. Terlepas dari hal tersebut, secara keseluruhan novel ini layak dibaca karena banyak hal yang bisa dipetik.

Kalimat yang paling kusuka dalam novel ini adalah Kautahu, mengapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru?”
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

Pernikahan bukan hanya sekadar suatu ikatan status belaka. Pernikahan adalah komitmen yang diucapkan kedua pasangan di hadapan Tuhan. Bagi pasangan yang sudah berumah tangga bisa mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari novel Rhein ini.

Saat pertama kali melihat trailer novel Copl(ov)e karangan Rhein Fathia di http://www.youtube.com/watch?v=4-_jEM6wmJ4, aku terpesona dan segera mencari bukunya di Gr*med*ia. Saking larisnya, sempat beberapa kali stok sedang kosong. Malah saat ini kudengar sedang cetak ulang dan sudah jadi bestseller. Bravo Mbak Rhein! Semoga sukses selalu 🙂

CoupL(ov)e

Penulis: Rhein Fathia

Penyunting: Noni Rosliyani

Perancang sampul: Joko Supomo

Penerbit: Bentang

ISBN: 978-602-7888-12-8

Cetakan pertama, Februari 2013

387 halaman

Harga: 64.000

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s