12 Menit Untuk Selamanya

12 Menit

 Image

Judul

12 Menit  

No. ISBN

9786027816336 

Penulis

Oka Aurora 

Penerbit

Noura Book Publising 

Tanggal terbit

Mei – 2013 

Jumlah Halaman

– 

Berat Buku

Jenis Cover

Soft Cover 

Harga                          Rp.54.000

 

Sinopsis

Elaine, sang pemain biola, yakin bahwa musik adalah segala-galanya. Namun, ayahnya menentang, menganggapnya sia-sia.

Tara, berusaha menguasai nada-nada snare drum meski memiliki keterbatasan pendengaran. Tetapi, luka masa lalunya terus menghantui.

Lahang, di tengah deritanya, berusaha memenuhi janji pada sang ayah. Namun, dilema membuatnya ragu melangkah.

Rene bermimpi membawa mereka, tim marching band yang dilatihnya, menjadi juara.  Meskipun mereka hanya datang dari sebuah kota di pelosok negeri. Meskipun orang lain menganggap itu mustahil.

Mereka berlatih ribuan jam hanya demi 12 menit penentuan. Mereka bertekad membuktikan pada dunia. Bahwa mimpi harus kau percayai agar terwujud. Dreaming is believing. Dan bersama-sama mereka akan menyerukan, Vincero!

Resensi

12 adalah angka yang sangat berarti untuk dua ratus anggota Marching Band Bontang. Segala perjuangan selama 12 bulan untuk 12 menit yang berharga. Dan mungkin, 12 adalah angka keberuntungan buat mereka.

Covernya yang unik dan eye catching membuat saya tidak ragu untuk membelinya. Judulnya pun unik, 12 Menit, membuat saya makin penasaran apa isi ceritanya. Saya pikir buku ini mengisahkan cerita tentang percintaan dua insan. Namun ternyata isinya di luar perkiraan saya. Setelah membuka halaman pertama, saya tidak bisa berhenti membaca. Makin dibaca makin menarik dan konfliknya pun semakin berkembang.

Dikisahkan, seorang gadis bernama Elaine yang harus meninggalkan kota metropolitan dan menuju kota kecil di Bontang. Elaine yang memiliki keluarga yang berkecukupan dengan segala kebutuhan yang selalu terpenuhi harus beradaptasi dengan kondisi kota yang sederhana dan tidak sesemarak kota tempat tinggalnya dulu. Ayahnya Elaine adalah orang Jepang yang sangat disiplin dan menginginkan segala hal berjalan sesuai kehendaknya. Walau mulanya merasa tidak merasa nyaman dengan sekolah barunya, lama-kelamaan Elaine bisa menemukan hal yang membuatnya betah di Bontang. Elaine memutuskan untuk bergabung dengan marching band pupuk Kaltim walau harus menentang ayahnya. Ayahnya berambisi Elaine menjadi ilmuwan dan tidak menghabiskan waktu untuk hal tidak berguna.

Kehidupan mewah Elaine berbanding terbalik dengan Lahang, anak dari suku Dayak, yang sangat amat sederhana. Lahang yang penuh tanggung jawab berupaya membagi waktu untuk latihan dan menjaga ayahnya yang sakit. Jarak jauh antara rumahnya dan tempat latihan ditempuh dengan jalan kaki. Betapa besar perjuangannya untuk mencapai impian.

Kisah masa lalu yang tragis, kecelakaan yang merengut banyak hal dari Tara menjadikannya rendah diri. Namun di balik keterbatasan Tara, tersimpan bakat yang sangat cemerlang. Kemampuannya memainkan snare drum dengan ketepatan dan intuisi yang baik mebuat Rene kagum. Rene, sang pelatih marching band yang kemampuannya sudah dikenal di luar negeri dipertemukan takdir untuk melatih tim marching band Bontang yang minim prestasi, lesu malah dari aura kemenangan. Marching band lokal yang tidak terlalu diperhitungkan sehingga membuat anggotanya merasa kurang percaya diri disandingkan dengan marching band dari kota besar. Tentu tantangan besar bagi Rene untuk menyatukan dan meyakinkan dua ratus anggota Marching Band Bontang untuk berani mengikuti ajang bergengsi. Rene tak hanya melatih tapi menumbuhkan kepercayaan diri dan kebanggaan di diri setiap anggota. 

Kisah 12 Menit ini merupakan kisah yang cukup unik dan mengangkat tema yang tidak biasa. Novel ini merupakan novel pertama yang saya baca yang mengangkat tema tentang Marching Band. Dari novel ini saya mengenal lebih detail tentang istilah-istilah musik dan bisa membayangkan setiap tugas dan fungsi pemain dalam marching band. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, susahnya pemain brass yang membawa kemana-mana benda sebesar itu. Ternyata alat musik tiup tak hanya sekedar tiup dan bunyi, tapi bagaimana mengatur nafas agar menghasilkan bunyi yang benar. Color guards dengan tampilan warna-warni yang menarik perhatian juga berperan penting dalam tim.

Apa yang menyatukan dua ratus anggota? Jawabnya adalah komitmen untuk menjadi yang terbaik. Novel ini mengandung makna bahwa cita-cita harus diperjuangkan. Tentu jalan untuk mencapai tujuan akan ada banyak tantangan yang berliku.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan sebuah bangsa sampai mereka mengubah keadaan mereka sendiri.” (QS Al-Ra’d [13] : 11)

Salah satu kalimat favorit saya dalam novel ini adalah “Kalau telingamu tak bisa dipakai, pakai matamu! Dan pakai hatimu” (hlm 142). Adakala kita harus menutup mata dan telinga, mulai mendengarkan kata hati.

Sulit bagi saya untuk menemukan kelemahan buku ini. Jujur saya terkadang dibuat bingung dengan istilah-istilah marching band (maklum orang awam). Namun penulis membantu pembaca dengan melampirkan glosarium berisi penjelasan tentang istilah-istilah tersebut. Secara keseluruhan, buku ini layak mendapat Five Stars.

Dari novel ini saya lebih memahami dan mengapresiasi marching band. Selama ini saya menikmati penampilan marching band hanya sebatas suka dengan penampilan mayoret yang cantik, koreografi penari yang keren, dan lagu yang membakar semangat. Sekarang saya menghargai bahwa keberhasilan tidak lepas dari kerja keras semua anggota mulai dari pelatih, manajer, field commander, pemain brass, color  guards, dan semua yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Akhir kata mimpi hanya akan tetap jadi mimpi jika tidak diwujudkan. Dreaming is believing. VINCERO!!!

Jika suatu saat kau ada di titik terendah hidupmu, percayalah bahwa yang akan menyelamatkanmu hanya doa, cinta, dan impianmu – Oka Aurora.

 

Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s