Monthly Archives: January 2014

Beautiful Day in Bali

Image

Awal Januari yang menyenangkan. Ladies goin’ holiday! Our destination is The God Island alias Pulau Dewata ūüôā Wohoo…

Perjalanan dari Jakarta ke Bali kurang lebih makan waktu sekitar 1,5 jam. Perbedaan waktu antara WIB dan WITA (waktu di Bali) yaitu 1 jam membuat saya sedikit kagok. Alhasil langsung set ulang jam tangan & jam di ponsel dengan waktu Bali saat sampai. Sampai di Bandara Ngurah Rai sekitar pkl.16.30 WITA. Kami dijemput oleh travel guide sekaligus supir kami yang akan memandu kami selama beberapa hari ke depan.

Welcome to Bali!!! – FIRST DAY

Disambut dengan Patung Gatot Kaca (Patung Kuda) tak jauh dari airport

Suasana di Bali begitu menyenangkan dan tampak asri. Tak jauh dari bandara, kami disambut patung kuda yang berdiri kokoh. Banyak turis asing dan turis lokal berfoto di depan patung ini. Kami sangat antusias melihat pemandangan di kanan kiri jalan. Perjalanan menuju hotel kami hanya 5 menit (kebetulan kami dapat hotel dekat bandara) di Jalan Kuta. Setelah check in dan meletakkan koper, kami memulai perjalanan. Guide mengajak kami ke arah Kuta dan Legian. Wow, amazing! Bule-bule berseliweran di jalan. Kebetulan kami datang di waktu weekend jadi sangat ramai dengan turis asing. Toko-toko dan tempat nongkrong berjejer rapi di jalan. Hotel-hotel juga banyak di daerah Kuta.

Suasana di Jalan LegianSuasana di Jalan Legian

Kami melewati daerah Legian tempat terjadinya Bom Bali I (12 Okt 2002). Di sana ada monumen bom Bali dan ada beberapa turis asing yang terlihat berziarah di sana.

CIMG4950

Monumen Bom Bali di Legian

Lewat dari Legian kami menyusuri jalan menuju Pantai Kuta.Pantai yang menjadi ikon Bali sejak dulu ini memang jadi incaran turis. Sore itu Kuta ramai sekali dengan pengunjung yang bermain ombak, berjemur, bahkan foto narsis (salah satunya adalah kami. haha..).

CIMG4901Kuta Beach

Sayangnya pantai Kuta mulai terlihat kotor karena sampah-sampah yang bergelatakan di pantai. Kabarnya arus laut membawa sampaih dari tempat lain menuju Kuta. Selain sampah ‘limpahan’ para pengunjung juga sering membuang sampah sembarang sehingga menambah jumlah sampah di area pantai Walau begitu popularitas Kuta masih tetap oke sebagai objek wisata.

Dari Kuta kami menuju Discovery Mall untuk melihat sunset (di tepian Kuta juga). Semburat jingga indah di langit. Kami terpukau dan tak ketinggalan untuk mengabadikan momen ini.

CIMG5018 CIMG4984

Rasanya kami ingin berlama-lama menikmati keindahan sunset. Sekitar pkl 16.48 WITA  matahari sudah kembali ke peraduannya. Kami akhirnya jalan-jalan di Discovery Shopping Mall dan mampir ke Chat Time untuk melepas dahaga.  Waktu menunjukkan pkl 19.00 WITA, kami mulai lapar. Guide mengajak kami makan di Ayam Tulang Lunak di daerah Kuta.

Setiba di sana kami langsung memesan ayam yang jadi trademark yaitu  Ayam Tulang Lunak. Banyak pilihan rasa dan yang pasti menggiurkan.

Saya mencoba ayam tulang lunak rasa Telur Asin.

IMG_0751

Wah sepertinya namanya ternyata ayamnya sangat crispy dan tulangnya bisa dimakan. Suasana di sini sangat nyaman (family restaurant) dan pelayanannya ramah. Pesanan pun tak lama. Yang paling penting harganya pun sesuai kantong ūüėÄ

Setelah puas makan, kami mengitari daerah Kuta dan mampir ke mini market terdekat untuk membeli keperluan. Setelah ini kami kembali ke hotel sekitar pkl 21.00 WITA. Kami pulang cepat karena ingin istirahat lebih awal untuk menyongsong petualangan selanjutnya besok.

Hari pertama di Bali sudah terasa menyenangkan. Beberapa hari ke depan pasti akan menyenangnkan lagi. See you tomorrow ūüôā

 

2nd Day 

Hari yang cerah untuk menikmati keindahan Bali. Yup, pagi ini kami mengunjungi Water Sport Tanjung Benoa. Banyak sekali pilihan permainan dari diving, parasailing, snorkeling, banana boat, dsb. Akhirnya kami memutuskan untuk menuju Pulau Penyu dengan menaiki Glass Bottom Boat. Kami bisa melihat ikan-ikan di bawah laut melalui kaca di perahu kami. Setiba di Pulau Penyu kami disambut dengan Patung Penyu yang besar. Lalu kami berfoto dengan penyu-penyu dewasa dan bayi penyu yang masih mungil. Tak hanya penyu, di pulau ini juga ada hewan-hewan eksotis lainnya seperti elang bondol, iguana, kelelawar, ular pyhton, dll. Kami menikmati keindahan Pulau Penyu kurang lebih satu jam.

Dari Pulau Penyu, kami kembali lagi ke Tanjung Benoa dan menikmati pemandangan pantai dan hiburan para wisatawan yang asyik bermain parasailing. Setelah puas bermain, kami menuju BTDC (kawasan resort di Nusa Dua) dan makan siang di Bebek Bengil (Dirty Duck Diner).  Suasana yang asri dengan pemandangan yang menghadap ke pantai membuat selera makan kami bertambah. Seusai makan kami mencari masjid untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Alhamdulillah kami bisa sholat di Masjid Ibnu Batutah (yang bersebelahan dengan Gereja, Vihara, dan Pura). Sungguh sebuah harmoni indah yang mencerminkan toleransi umat beragama.

Sehabis sholat kami melanjutkan perjalanan ke Uluwatu. Kami menikmati keindahan Pantai Pandawa yang dikenal dengan patung-patung Pandawa yang menghiasi jalan menuju pantai. Kami asyik bermain di sana sampai tak terasa waktu sudah semakin sore.

IMG-20140111-01814

Kami segera melanjutkan perjalanan ke Garuda Wishnu Kencana (GWK). Kami menyaksikan pertunjukan sendra tari dan kemudian disuguhi keindahan taman luas nan indah di sana. Kami menaiki tangga-tangga yang menuju ke patung Garuda. Sungguh artistik dan unik. Kami mendaki lagi sampai menemukan patung Dewa Wishnu yang besar sekali (tapi tidak ada tangannya). Kami masih penasaran mengapa patung tersebut tidak ada tangannya. Konon, ada yang mengatakan bahwa tangan Wishnu terpotong dalam pertempuran. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa tangannya belum selesai dipasang (karena dikerjakan di Jogja oleh para pengrajin sana). Berita yang kami dapat masih simpang siur dan membuat kami makin penasaran.

IMG-20140111-01829 IMG-20140111-01824

Setelah berpuas diri di GWK, kami menyadari hari sudah gelap dan perut mulai lapar. Untunglah kami singgah di Rumah Makan Padang yang menyediakan menu makanan yang mengugah selera. Perut kenyang hati pun senang. Petualangan kami hari ini masih belum berakhir. Guide kami mengantar kami untuk berbelanja suvenir di pusat oleh-oleh khas Bali yang sangat lengkap yaitu Khrisna. Kami shopping sampai lupa waktu. Jam 22.00 WITA kami baru selesai belanja. Untunglah hotel kami dekat dari Khrisna jadi kami tidak butuh waktu lama untuk tiba di hotel. Sampai di hotel, kami berbenah dan kemudian tidur. Semoga hari esok yang indah menyambut kami ūüėÄ

 

Film yang Ditonton Di Awal Tahun 2014

Setelah deretan film-film kece di tahun 2013, berikut film-film yang saya tonton di awal tahun 2014:

1. 47 Ronin (2013)

Film ini sudah tayang sejak Desember 2013, namun saya baru nonton di Januari 2014. Alasan utama nonton film ini tak lain dan tak bukan karena ada Kakang Keanu Reeves. Kisah 47 Ronin ini diangkat dari kisah nyata. Novel dengan judul serupa yaitu 47 Ronin ditulis oleh John Allyn.

47 Ronin

Versi filmnya sedikit berbeda dengan cerita aslinya, yaitu adanya tokoh Kai (Keanu Reeves) yang merupakan keturunan campuran.

poster-47-ronin-01

Cerita dibuka dengan anak kecil yang ketakutan sedang berlarian di hutan yang angker. Suatu ketika saat berburu di hutan, Lord Asano menemukan Kai kecil dan membawanya ke Ako. Lord Asano adalah pemimpin Ako yang sangat disegani. Beliau memiliki seorang puteri yang bernama Mika. Seiring berjalannya waktu, Kai tumbuh dewasa menjadi lelaki yang kuat. Namun keberadaan Kai tidak begitu disukai karena tampangnya yang blasteran membuatnya tidak dianggap sebagai seorang samurai.

2405_D053_00128R

Lord Asano mempunyai pengikut setia yaitu Oishi yang bertindak sebagai pimpinan para samurai Lord Asano. Pada masa itu, Shogun Tokugawa adalah pimpinan Edo (sekarang Tokyo). Shogun Tokugawa Tsunayoshi mengadakan pertarungan antar samurai dari masing-masing daerah. Suatu ketika Yasuno (perwakilan dari Ako) yang seharusnya melawan petarung dari Lord Kira dibuat tak sadarkan diri karena ulah siluman Rubah. Tidak ingin tuannya dipermalukan, Kai mengenakan baju zirah menggantikan Yasuno melawan petarung Lord Kira. Saat Kai sudah unggul, sangat disayangkan kedoknya terbuka. Shogun Tokugawa sangat marah dan menyuruh Oishi untuk melucuti dan menghukum Kai. Saat Kai dipukuli, Mika (puteri Lord Asano) memasang badan untuk melindungi Kai. Merasa dipermalukan Lord Asano ikut meminta pengampunan dari Shogun atas Kai dan Mika.

2405_D057_00214

Setelah kejadian itu, Lord Kira makin berambisi untuk merebut Ako. Dengan tipu muslihat, Lord Kira mengutus silumannya untuk memperdaya Lord Asano. Dalam pengaruh sihir, Lord Asano dibuat seolah-olah akan membunuh Lord Kira. Perbuatan Lord Asano berujung fatal. Shogun Tokugawa menyuruh Lord Asano untuk melakukan seppuku alias harakiri. Lord Asano pun dengan penuh kehormatan mengakhiri hidupnya. Shogun menyuruh seluruh pengikut Lord Asano untuk tidak melakukan balas dendam. Sejak kematian Lord Asano, para samurai Ako menjadi tak bertuan (ronin). Lord Kira sengaja membubarkan pasukan dan mengurung Oishi untuk memadamkan semangat mereka. Sementara itu Kai dijual sebagai budak dan Mika dipaksa untuk menjadi istri Lord Kira. Selama satu tahun, Mika diberi waktu berkabung untuk kemudian setelah masa berkabungnya berakhir akan dinikahi oleh Lord Kira. Dalam satu tahun banyak terjadi perubahan. Oishi dikurung dalam sebuah lubang gelap, pasukan lain hidup terlunta, Ako jatuh miskin, dan Kai dijadikan budak petarung di Pulau Belanda.

Ternyata pengasingan tidak melunturkan semangat Oishi untuk membalas dendam. Setelah dibebaskan dari kurungan, Oishi meminta putranya, Chikara, untuk mencari Kai dan mengumpulkan pasukan. Alhasil dengan berbagai bujukan dan kesamaan tujuan berhasil dikumpulkan pasukan yang ingin membalas dendam Lord Asano. Dari pasukan yang tersisa sebanyak 47 Ronin menulis nama mereka di kertas dengan cap darah yang menyatakan bahwa mereka akan berjuang membela kehormatan tuan mereka. Rangkaian rencana balas dendam mereka siapkan untuk menyelamatkan Puteri Mika dan merebut Ako kembali.

Film ini juga mengisahkan kisah cinta antara Kai dan Puteri Mika yang begitu dalam dan menyentuh.

2405_D022_00007R

‚ÄĚMika, aku akan terus mencarimu dalam kehidupan yang akan datang, tak peduli itu berapa ratus tahun lagi‚ÄĚ.

‚ÄĚAku juga akan selalu menunggumu dalam kehidupan yang akan datang. ¬†Aku percaya kematian hanyalah perantara untuk menuju kehidupan lain‚ÄĚ.

Secara keseluruhan film ini menarik untuk ditonton. Dengan setting Jepang masa lalu yang menampilkan istana Jepang yang megah serta suasana zaman samurai membuat kita bisa menikmati bagaimana kehidupan samurai di zaman Edo. Sayangnya, cerita samurai ini dibalut dengan unsur mistik (seperti adanya siluman, monster, tengu) jadi mengaburkan kisah nyata dengan kisah fiktif. Namun saya cukup salut dengan aksi heroik para samurai yang mampu memainkan pedang dan senjata dengan atraktif, termasuk Kakang Reeves yang terlihat tidak canggung melibas musuh dengan pedang. Film ini sayang untuk dilewatkan, namun tidak disarankan untuk menonton bersama anak kecil karena banyak mengandung unsur kekerasan.

Rating: 3 Stars from 5 Stars

1388242276428572090

2. The Secret Life of Walter Mitty (2013)

The Secret Life of Walter Mitty (2013) Poster

Film ini menceritakan tentang Walter Mitty (Ben Stiller) merupakan  pria yang memiliki kehidupan membosankan dan terjebak pada rutinitasnya sehari-hari. Padahal, Walter adalah orang yang bekerja di majalah terkenal, yaitu majalah Life. Namun pada kenyataannya, ia sendiri tak pernah melakukan petualangan apapun dalam hidupnya.
Suatu ketika, ia menemukan sepotong negatif film milik fotografer ternama Sean O’Connell (Sean Penn) yang hilang. Padahal foto yang hilang tersebut akan dijadikan cover depan majalah tersebut.

the-secret-life-of-walter-mitty-poster
Dengan semangat yang diberikan gadis yang diam-diam ia sukai Cheryl (Kristen Wiig), Walter akhirnya memberanikan diri melakukan petualangannya sendiri.

THE SECRET LIFE OF WALTER MITTY (Stiller, Wiig) (Courtesy of 20th Century Fox)

Ben Stiller in The Secret Life of Walter Mitty

Ia berusaha menemukan fotografer¬†Sean O’Connell¬†dan melakukan perjalanan yang selama ini hanya ada dalam imajinasinya. Berhasilkah Walter menemukannya Sean? Apakah petualangan itu nyata atau ia hanya melakukannya dalam imajinasinya?

Saya suka aksi kocak Ben Stiller (terutama dalam The Night At The Museum). Ben mampu menghidupkan perannya sebagi fotografer yang sering mengkhayal. Khayalannya ternyata akhirnya jadi nyata ketika dia melakukan perjalanan yang mengubah hidupnya demi menemukan fotografer terkenal, Sean O’Conell. Tak tanggung-tanggung, pemandangan alam yang indah disuguhkan dalam film ini. Saya paling suka ketika adegan Ben berhasil menemukan Sean di puncak Himalaya sedang memotret macan salju.

Sungguh luar biasa. Secara keseluruhan film ini menarik untuk ditonton bersama keluarga dan sahabat yang menyukai jiwa petualang.

The Adventures

FROM the mountaintops of ungoverned Afghanistan to the bleak landscape of Greenland and Iceland’s volcanoes, the scenery is the star in Ben Stiller’s latest movie The Secret Life of Walter Mitty.

But if you’d thought the idea of following in his footsteps seemed fanciful, think again.

Pretty much all of the diverse scenery you see in the movie is shot in Iceland, with local mountain peaks standing in for the Himalayas and its coastline representing Greenland, its Arctic island neighbour.

 

A scene from The Secret Life of Walter Mitty.

A scene from The Secret Life of Walter Mitty. Source: Supplied

 

Iceland’s tourism industry has been quick to cash in on its movie role, with Icelandair advertising a¬†Walter Mitty Iceland Adventure¬†through black-sand beaches, volcanic valleys, spectacular mountains and charming fishing villages.

The tour offers visitors the chance to take their own “mini adventure” including a hike through a steam filled valley, a visit to a lava cave and swim in wilderness hot spring.

Ben Stiller's character plays soccer with porters in

Ben Stiller‚Äôs character plays soccer with porters in ‚Äúungoverned Afghanistan‚ÄĚ in The Secret Life of Walter Mitty.¬†Source:¬†Supplied

 

 

The Walter Mitty Iceland Adventure visits scenery where the movie was shot.

The Walter Mitty Iceland Adventure visits scenery where the movie was shot. Source: Supplied

The scenery is a star of visually spectacular film The Secret Life of Walter Mitty.

The scenery is a star of visually spectacular film The Secret Life of Walter Mitty. Source: Supplied

 

Iceland’s starring role in the Hollywood blockbuster comes on the back of its rise to fame as a filming destination in the cult fantasy series Game of Thrones.

HBO’s hit series has filmed in the country three times – and the local tourism industry has also been eager to showcase areas “north of the wall” to fans.

 

Much of Game of Thrones third and fourth series has been filmed in Iceland.

Much of Game of Thrones third and fourth series has been filmed in Iceland. Source: Supplied

 

Iceland Travel’s¬†“Beyond the Wall” tour¬†features several destinations showcased in series three. Filming for season four wrapped up before Christmas, with the series to air in early 2014. Hollywood is providing the remote North Atlantic island much needed revenue and jobs as it struggles to emerge from its nationwide banking and currency debacle.

The country’s unique environment, along with generous tax incentives, continues to attract some of the biggest Hollywood filmmakers and television producers.

 

Visitors on the Game of Thrones tour can see stunning scenery from the series.

Visitors on the Game of Thrones tour can see stunning scenery from the series. Source: Supplied

 

“The main factor (for its popularity as a filming destination) is the incredible landscape that we have,” said Einar Sveinn Thordarson, the director of marketing for Pegasus, which provides production services for Game of Thrones.

“It’s very unique, and that’s what inspires people the most.”

 

This glacier is part of Vatnajokull near Jokulsarlon, Iceland.

This glacier is part of Vatnajokull near Jokulsarlon, Iceland. Source: Supplied

 

Game of Thrones producer Chris Newman told Icelandic news website Visir that Iceland fits the vision for the imaginary continent.

“I’ve been filming here and working here for 25 years working on and off and I know, having driven around so much, that there’s so much landscape here to make the show just seem enormous,” Newman said.

 

Cycling through the rugged landscape of Iceland.

Cycling through the rugged landscape of Iceland. Source: Supplied

 

Although it wasn’t really Afghanistan, filming in Iceland for The Secret Life of Walter Mitty wasn’t entirely without a taste of danger and the unexpected.

During filming, actors and the crew were caught in a battle against fierce winds.

“We had Sean Penn’s trailer capsize in the wind,” said Leifur Dagfinnsson, chairman and founding partner of production company Truenorth.

“We had to dig through (his possessions) and collect his weights so he could train in his hotel. It was that kind of weather where we were held inside the hotel for two days.”

– AP/staff writers

Mountainous peaks are part of Iceland's diverse and intriguing lan...

Mountainous peaks are part of Iceland’s diverse and intriguing landscape. Source: Supplied

 

 

How to have the life of Walter Mitty

 

The Secret Life of Walter Mitty  / Facebook

Rating: 3 Stars from 5 Stars

The Secret Life of Walter Mitty Movie Film [Sinopsis]

Various Artists The Secret Life of Walter Mitty OST Album

the-secret-life-of-walter-mitty